Ketika Melihat Media Sosial Membuat Kita Merasa Tertinggal

Aku pernah membaca utas tentang suatu keluh kesah dan mulai membanding-bandingkan kehidupannya dengan orang lain dari apa yang terlihat di sosial media. Jaman sekarang ngerinya beda yaa... orang bisa merasa gagal hanya karena melihat postingan orang lain yang bahkan nggak sampai satu menit. Tapi tetap saja otak mulai bandingin umur, pencapaian, uang, cara menikmati hidup, dll.

Di era digital sekarang media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, hampir setiap orang membuka X, instagram, tiktok, facebook, dll setiap harinya. Awalnya sosial media diciptakan untuk berbagi cerita, momen supaya terhubung dengan orang lainnya. Namun tanpa disadari, sosial media juga sering menjadi tempat lahirnya rasa insecure dan perasaan gagal dalam diri banyak orang.

Kita melihat teman sebaya sudah sukses membangun bisnis, ada yang menikah, jalan-jalan, membeli rumah atau bahkan selalu terlihat bahagia. Sementara disaat yang sama, kita mungkin masih berjuang dengan pekerjaan, keuangan, atau bahkan belum tau arah hidup sendiri. Akibatnya muncul sebuah pertanyaan dalam hati "kenapa hidup orang lain lebih baik dariku, kenapa aku begini terus, kapan aku begini begitu?". Padahal yang sering kita lupa adalah sosial media hanyalah potongan kecil dari kehidupan seseorang. Orang akan cenderung membagikan momen atau cerita terbaik mereka, bukan kegagalan, tangisan, atau perjuangan yang sebenarnya mereka alami. Kita melihat hasil akhirnya, tetapi tidak melihat proses panjang di belakang layarnya.

Masalahnya, ketika kita terlalu sering membandingkan hidup dengan apa yang terlihat di sosial media, kesehatan mental bisa terganggu, rasa percaya diri menurun, muncul kecemasan, overthinking, bahkan merasa diri tidak cukup baik. Tanpa sadar, standar kebahagian kita berubah mengikuti kehidupan orang lain.

Setiap orang sebenarnya memiliki waktunya masing-masing. Ada yang berhasil diusia muda, ada yang menemukan jalan hidup setelah berkali-kali gagal. Sebenarnya sebuah keberhasilan dalam hidup itu bukan perlomabaan yang harus selesai lebih cepat dari orang lain. Hidup bukan tentang siapa yang lebih dulu mencapai sesuatu, tetapi tentang bagaimana kita terus bertumbuh sesuai kemampuan diri sendiri. Karena itu, penting untuk lebih bijak menggunakan sosial media.

Tidak apa jika hidup kita belum terlihat sempurna seperti postingan orang lain, yang penting kita tetap berjalan, belajar, dan tidak menyerah. Pada akhirnya apa yang terlihat dilayar tidak selalu mencerminkan kenyataan sepenuhnya. Jadi jangan biarkan sosial media menemukan nilai dari diri kita. Hidup setiap orang berbeda, dan perjalanan kita tidak kalah berharga dibanding siapapun.


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama